Mon 17 May 2010 |
|
Memberi Tanpa Pertimbangan |
|
|
|
| Cobalah untuk mengawali suatu hari anda dengan niat untuk memberi. Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga di mata anda. Mulailah dari uang receh. Kumpulkan beberapa receh yang mungkin tercecer di sana-sini, hanya untuk satu tujuan: diberikan. Apakah anda sedang berada di bis kota yang panas, lalu datang pengamen bernyanyi memekakkan telinga. Atau, anda sedang berada dalam mobil ber-ac yang sejuk, lalu sepasang tangan kecil mengetuk meminta-minta. Tak peduli bagaimana pendapat anda tentang kemalasan, kemiskinan dan lain sebagainya. Tak perlu banyak pikir, segera berikan satu dua keping pada mereka.
Barangkali ada rasa enggan dan kesal. Tekanlah perasaan itu seiring dengan pemberian anda. Bukankah, tak seorang pun ingin memurukkan dirinya menjadi pengemis. Ingat, kali ini anda hanya sedang "berlatih" memberi; mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti? Rasakan saja, kini sesuatu mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan anda. Sesuatu itu bernama kasih sayang.
Memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus sungai. Arus sungai adalah rasa kasih dari dalam diri. Sedangkan batu adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri. Sesungguhnya, . Kemurahan itu tidak terletak di tangan, melainkan di hati.
NB: Berkata/menulis memang mudah, tapi belum tentu pelaksanaannya semudah membalikkan telapak tangan. Namun, semoga tulisan ini bisa memberikan manfaat & membuka hati-hati kita. Khusus kepada diri kami selaku Pengurus Dompet Sosial Al Hikmah. Salam sukses dari kami, Dompet Sosial Al Hikmah |
|
Last Updated on Monday, 17 May 2010 08:59 |
|
Thu 29 Apr 2010 |
|
HUKUM, URGENSI DAN HIKMAH ZAKAT |
|
|
|
|
Written by Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc
|
|
| | Ditengah-tengah berbagai krisis yang sedang melanda bangsa kita sekarang ini, sudah sepantasnya (bahkan seharusnya) apabila kita melihat secara lebih seksama dan sungguh-sungguh beberapa jalan keluar yang dikemukakan ajaran islam, yang kita yakini kebenarannya dan ketepatannya (QS. 2:2 ,QS. 2:147, QS. 17:9). Salah satunya adalah penataan zakat, infak dan shadaqah (ZIS) secara benar dan bertanggung jawab.
Zakat adalah ibadah maaliyah ijtima'iyah yang memiliki posisi yang sangat penting, strategis dan menentukan (Yusuf Qordhowi, Al Ibadah, 1993) baik dari sisi ajaran Islam maupun dari sisi pembangunan ummat. Sebagai suatu ibadah pokok zakat termasuk salah satu rukun Islam yang lima, seperti diungkapkan hadits nabi (Mus'id As-Sa'dani Al Arba'in An-Nawawiyyah, 1994) sehingga keberadaannya dianggap makhan min ad-dien bi adl-dlarurah (ketahui secara otomatis adanya dan merupakan bagian mutlak dari keislaman) (Ali Yafie, Fiqh Sosial, 1994). Di dalam Al Qu'ran terdapat kurang lebih 27 ayat yang mensejajarkan shalat dengan kewajiban zakat, dan hanya satu kali disebutkan dalam konteks yang sama akan tetapi dalam ayat berbeda, yaitu surat Al-Mukminun ayat 2 dengan ayat 4 (Yusuf Qardhawi, Fiqh Zakat, 1973).
|
|
Read more...
|
Thu 22 Apr 2010 |
|
Sedekah tidak mungkin mengurangi Harta |
|
|
|
|
Written by Muhammad Abduh Tuasikal
|
|
| | Sedekah tidaklah mungkin mengurangi harta ... Yakinlah!
Dari Asma’ binti Abi Bakr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padaku,
“Janganlah engkau menyimpan harta (tanpa mensedekahkannya). Jika tidak, maka Allah akan menahan rizki untukmu.”
Dalam riwayat lain disebutkan,
“Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan barokah rizki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.”
Hadits ini dibawakan oleh Yahya bin Syarf An Nawawi dalam Riyadhus Shalihin pada Bab “Kemuliaan, berderma dan berinfaq”, hadits no. 559 (60/16).
|
|
Last Updated on Thursday, 22 April 2010 04:18 |
|
Read more...
|
Thu 31 Dec 2009 |
|
Layanan Kesehatan Dompet Sosial Al Hikmah |
|
|
|
| Kesehatan Cuma-cuma
* Melayani pemeriksaan keluhan penyakit * Penyediaan obat dan rujukan
* Santunan Anak Yatim (Siswa Binaan DSA)
Waktu Kegiatan
* Ahad, 1 Safar 1431 H/17 Januari 2009 M
* Halaman Mesjid Al Hikmah, Bangka

|
|
Last Updated on Thursday, 31 December 2009 04:22 |
Thu 31 Dec 2009 |
|
Kefakiran mendekatkan kepada Kekafiran |
|
|
|
| |
enjadi sebuah keniscayaan, bahwa kebutuhan perut dapat mengalahkan idealisme yang ada. Bukan ingin menjadikan perut sebagai faktor utama yang mempengaruhi seluruh perilaku tubuh kita, namun secara naluri ia akan mendorong setiap makhluk menembus batas-batas norma yang tersedia.
Faktor kelaparan akan mendorong setiap orang untuk menemukan sesuatu untuk dapat dimakan. Jika sesuatu itu tidak bisa didapat dengan jalannya yang halal, maka tidak segan seseorang meraihnya dengan cara yang haram. Hal ini sudah sering terjadi di kehidupan masyarakat kita. Boleh jadi pemenuhan kebutuhan perut tadi dapat ditahan untuk dirinya sendiri, namun jika ada orang lain yang berlindung di belakang punggungnya, maka tidak segan ia akan membela dengan berbagai macam cara baik halal maupun haram.
|
|
Last Updated on Thursday, 22 April 2010 03:53 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |